Rekonstruksi Etika Seksualitas Kristen: Kajian Teologis-Etis terhadap Fenomena Hidup Bersama Tanpa Pernikahan di Kalangan Jemaat

Authors

  • Tyson Supit Sekolah Tinggi Teologi Parakletos Tomohon

DOI:

https://doi.org/10.54369/ajtpk.v5i1.97

Keywords:

Christian Sexual Ethics, Ethical Theology, Cohabitation, Unmarried Couples, Christian Congregations, Etika Seksualitas Kristen, Teologi Etika, Hidup Bersama Tanpa Pernikahan, Kumpul Kebo, Jemaat Kristen

Abstract

Abstract: Sexuality is a gift from God that must be realised within the bond of marriage as a sacred covenant reflecting love and moral responsibility. Shifts in values brought about by culture and globalisation, as well as popular culture, present new challenges for the church in upholding the integrity of Christian sexual ethics whilst providing a contextual response to the realities of congregational life. The phenomenon of cohabitation without marriage (kumpul kebo), which is beginning to be observed amongst Christian congregations, indicates a tension between theological teachings on the sanctity of marriage and increasingly permissive social practices. This study aims to analyse and reconstruct Christian sexual ethics through a theological-ethical approach as a response to the phenomenon of cohabitation without marriage amongst Christian congregations. Using a qualitative method with a library research approach, it can be concluded that Christian sexual ethics are grounded in the theology of creation, the concept of the imago Dei, and marriage as a sacred covenant that forms the basis for the expression of human sexuality. The theological-ethical analysis reveals that the phenomenon of cohabitation without marriage amongst Christian congregations is influenced by social and cultural changes, as well as a weakening of faith formation. This study reconstructs Christian sexual ethics through a paradigm that integrates truth and pastoral care as an ethical model that remains grounded in biblical authority.

 Abstrak: Seksualitas merupakan anugerah Allah yang harus diwujudkan dalam ikatan pernikahan sebagai perjanjian kudus yang mencerminkan kasih dan tanggung jawab moral. Pergeseran nilai akibat budaya dan globalisasi, serta budaya populer menimbulkan tantangan baru bagi gereja dalam mempertahankan integritas etika seksualitas Kristen sekaligus memberikan respons yang kontekstual terhadap realitas kehidupan jemaat. Fenomena hidup bersama tanpa pernikahan (kumpul kebo) yang mulai dijumpai di kalangan jemaat Kristen menunjukkan adanya ketegangan antara ajaran teologis mengenai kekudusan pernikahan dengan praktik sosial yang semakin permisif. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan merekonstruksi etika seksualitas Kristen melalui pendekatan teologis-etis sebagai respons terhadap fenomena hidup bersama tanpa pernikahan di kalangan jemaat Kristen. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), maka dapat disimpulkan bahwa etika seksualitas Kristen berlandaskan pada teologi penciptaan, konsep imago Dei, dan pernikahan sebagai perjanjian kudus yang menjadi dasar ekspresi seksualitas manusia. Analisis teologis-etis mengungkapkan bahwa fenomena hidup bersama tanpa pernikahan di kalangan jemaat Kristen dipengaruhi oleh perubahan sosial, budaya, dan melemahnya pembinaan iman. Penelitian ini merekonstruksi etika seksualitas Kristen melalui paradigma yang mengintegrasikan kebenaran,  dan pendampingan pastoral sebagai model etika yang tetap berlandaskan otoritas alkitabiah.

References

Arifianto, Yonatan Alex. “Konseling Sebagai Kepedulian Pastoral Berbasis Cinta Kasih Terhadap Penanganan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.” Jurnal Teruna Bhakti 6, no. 2 (2024): 222–32.

Danardana, A, and Vincentius Patria Setyawan. “Kriminalisasi Fenomena Penyimpangan Sosial Kumpul Kebo (Samenlaven) Dalam Perspektif Hukum Pidana.” Justitia et Pax 38, no. 1 (2022). https://doi.org/10.24002/jep.v38i1.5713.

Edrika, Stefany Yosephine, Trifena Gratia, and Elizama Gulo. “Etika Seksualitas Dalam Kasih Tuhan: Menyelaraskan Relasipribadi Dengan Nilai-Nilai Kristiani.” Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu 3, no. 1 (2026): 150–59.

Gulo, Manase. “Studi Eksegetis Ungkapan ‘Tubuhmu Adalah Bait Roh Kudus’ Berdasarkan 1 Korintus 6:19.” Manna Rafflesia 3, no. 1 (2016): 48–75. https://doi.org/10.38091/man_raf.v3i1.66.

Haditi, Meilla Cheilina, Olivia Masihoru, and Markus Domilius Mastilia Illuko. “Sorotan Etis Kristen Terhadap Eksploitasi Seksual Di Kalangan Remaja.” Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual 2, no. 1 (2023): 36–55.

Hafrida, Hafrida, Haryadi Haryadi, Tri Imam Munandar, Dessy Rakhmawati, and Noor Aida Binti Ab Kadir. “Students’ Perception of the Criminalization of Cohabitation (Kumpul Kebo) in Indonesia: From Quantitative to Normative Analysis.” Jambe Law Journal, 2024. https://doi.org/10.22437/home.v7i1.340.

Hutagalung, Parsaoran. “Etika Tubuh Dan Moralitas Seksual: Analisis 1 Korintus 6: 12-20.” Jurnal Fides Intellectum 2, no. 1 (2024).

Indrianto, Indrianto, Yonatan Alex Arifianto, and Reni Triposa. “Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Upaya Preventif Pornografi.” DIDASKO: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 2021. https://doi.org/10.52879/didasko.v1i1.1.

Lando, Harni, and Hosanna Anche Pepayoza Br Bangun. “Konseling Pasutri Dalam Perspektif Pastoral Dan Biblika: Suatu Analisis Teologis-Implikatif Bagi Pembinaan Keluarga Kristen Di Era Modern.” JUITAK: Jurnal Ilmiah Teologi Dan Pendidikan Kristen 3, no. 3 (2025): 60–75.

Lutfi, Farhan Lutfi Farhan. “Krisis Kesiapan Nikah Gen Z Dalam Narasi ‘Pernikahan Itu Menakutkan’: Relevansi Hukum Keluarga Islam Di Era Digital.” Syakhshiyyah Jurnal Hukum Keluarga Islam 5, no. 1 (2025): 138–56.

Maleke, Geral, and Hendry C M Runtuwene. “Tinjauan Etika Kristen Terhadap Kohabitasi Dalam Perspektif Stanley Hauerwas Bagi Jemaat: Tinjauan Etika Kristen Stanley Hauerwas Dalam Konteks Jemaat GMIM.” AMBASSADORS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 4, no. 2 (2025): 86–97.

Paath, Jean, Yuniria Zega, and Ferdinan Pasaribu. “Konstruksi Pernikahan Kristen Alkitabiah.” SCRIPTA: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kontekstual, 2020. https://doi.org/10.47154/scripta.v8i2.104.

Pahrur, Oleh, Rizal Sekolah, Tinggi Agama, Hindu Negeri Gde, and Pudja Mataram. “Dasar Kriminalisasi Kumpul Kebo Dalam Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia.” Media Bina Ilmiah 15, no. 1 (2020): 3905–14. http://ejurnal.binawakya.or.id/index.php/MBI/article/view/671.

Pitay, Okris, and Yonatan Alex Arifianto. “Peran Gereja Terhadap Pendidikan Seksualitas Pada Remaja Kristen.” MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen 1, no. 1 (2022): 1–11. https://doi.org/10.55967/manthano.v1i1.2.

Sinay, Steven Febri, and Stimson Hutagalung. “Pandangan Gereja Terhadap Budaya Kawin Adat Suku Biak Berdasarkan Ibrani 13: 4.” Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 11, no. 3. A (2025): 6–18.

Stanislaus, Surip. “Perkawinan Dalam Kitab Suci Perjanjian Baru.” Logos 15, no. 2 (2019): 31–66. https://doi.org/10.54367/logos.v15i2.320.

Sugiyono. metode penelitian kuantitatif, kualitatif,dan R&D, Alfabeta, cv. 233 (2016).

Takanyuwai, Lukas, Daud Manno, and others. “Prinsip Pernikahan Menurut Efesus 5: 22-33: Penerapan Doktrin Pernikahan Bagi Jemaat GPdI Maranatha Sarawandori, Serui.” KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta 5, no. 1 (2022): 102–14.

Tampenawas, Alfons Renaldo, and Veydy Yanto Mangantibe. “Tinjauan Etis Kristen Terhadap Seksualitas Di Kalangan Pemuda-Pemudi Gereja.” SHAMAYIM: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 1, no. 1 (2020): 1–13.

Utomo, Dinka Nehemia. “Seksualitas Dalam Bingkai Teologi Dan Implikasinya Bagi Keluarga Kristen.” DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 10, no. 1 (2025): 558–73.

Wior, Christian Eko. “Relasi Kristus Dan Jemaat Sebagai Paradigma Pernikahan Kristen Di Era Postmodern.” Mata Guru: Jurnal Pendidik Dan Tenaga Kependidikan 2, no. 1 (2025): 1–12.

Wowor, B. Y., Paransi, E., & Bawole, H. Y. “Pemberantasan Kohabitasi (Kumpul Kebo) Di Indonesia Dalam Pandangan Hukum Positif.” Lex-Administrantum, 2024.

Zai, Suardin, Martina Novalina, Yusuf Setiawan Sudarso Kusumo, Edwin Goklas Silalahi, and Elieser R Marampa. “Tubuhmu Adalah Bait Roh Kudus: Pendidikan Seks Terhadap Anak Usia Dini.” Jurnal Silih Asah 1, no. 2 (2024): 182–95.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Supit, T. (2026). Rekonstruksi Etika Seksualitas Kristen: Kajian Teologis-Etis terhadap Fenomena Hidup Bersama Tanpa Pernikahan di Kalangan Jemaat. AMBASSADORS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 5(1), 29–38. https://doi.org/10.54369/ajtpk.v5i1.97

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.