Teologi Doa Yohanes Calvin sebagai Kritik terhadap Misistisme dan Pragmatisme Iman dalam GMIM

Authors

  • Sella Paningidang Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon
  • Riedel Ch Gosal Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon

DOI:

https://doi.org/10.54369/ajtpk.v5i1.91

Keywords:

theology of prayer, John Calvin, mysticism, pragmatism, teologi doa, Yohanes Calvin, mistisisme, pragmatisme

Abstract

Abstract: Contemporary church life demonstrates a tendency to view prayer from both mystical and practical perspectives. Prayer is often viewed as a means to gain benefits, supernatural powers, and a measure of the success of one's faith. This has even led to the creation of cults of worship for those deemed to have "effective" prayer. The spiritual dynamics of the congregation of the Evangelical Christian Church in Minahasa also demonstrate a similar tendency. Misunderstandings can shift the meaning of prayer from a relationship of faith with God to a transactional spiritual practice. This study aims to examine John Calvin's theology of prayer, which in its application critiques mysticism and pragmatism in the practices of the Evangelical Christian Church in Minahasa. The methodology used is qualitative research with a historical-theological perspective and a literature review. The results show that John Calvin viewed prayer as an act of faith that arises from an understanding of God's grace, and not as a means to force God to comply with human will. While various studies on the phenomenon of prayer exist, this paper seeks to explicitly place Calvin's theology of prayer within the GMIM framework as a corrective theological framework for revitalizing a biblical and God-centered understanding of prayer.

 Abstrak: Kehidupan gereja masa kini menunjukkan kecenderungan untuk memandang doa dari perspektif mistis dan praktis. Doa sering dilihat sebagai cara untuk mendapatkan manfaat, kekuatan supranatural, dan tolok ukur keberhasilan iman seseorang. Hal ini bahkan telah menyebabkan terciptanya kultus pemujaan bagi mereka yang dianggap memiliki doa yang “efektif”. Dinamika spiritual jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa juga menunjukkan kecenderungan serupa. Pemahaman yang keliru dapat menggeser makna doa dari relasi iman kepada Allah menjadi praktik spiritual yang bersifat transaksional. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti teologi doa Yohanes Calvin yang dalam penerapannya mengkritisi mistisisme dan pragmatisme dalam praktek Gereja Masehi Injili di Minahasa. Metodologi yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan perspektif historis-teologis dan tinjauan pustaka. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Yohanes Calvin memandang doa sebagai tindakan iman yang muncul dari pemahaman tentang kasih karunia Allah, dan bukan sebagai sarana untuk memaksa Allah agar mengikuti kehendak manusia. Ada berbagai penelitian tentang fenomena doa, tapi dalam tulisan ini berupaya untuk menempatkan teologi doa Calvin secara eksplisit dalam kerangka GMIM sebagai kerangka teologis korektif untuk menghidupkan kembali pemahaman doa yang Alkitabiah dan berpusat pada Allah.

 

 

 

References

Ahn, Hojin. “John Calvin’s Theological Reflection on the Necessity of Prayer: How to Promote a Covenantal Relationship of God and Humanity in Christ.” Scottish Journal of Theology 90 (December 29, 2024). https://doi.org/10.1177/00211400241307987.

Artoso Sunjaya, Aldrian Eko. “Mengenal Hakikat Doa dalam Perspektif Kristen: Sebuah Analisis Teologis.” Jurnal Teologi Pondok Daud 8, no. 2 (2025).

Blegur, Romelus, dan Debora Priscilla. “Peran Roh Kudus dalam Doa: Landasan Teologis-Alkitabiah Percakapan dengan Allah.” Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual 4, no. 1 (Mei 2025). https://doi.org/10.52157/mak.v4i1.374.

Calvin, Yohanes. Institutio: Pengajaran Agama Kristen. Diterjemahkan oleh Winarsih, J. S. Aritonang, Arifin, dan Th. van den End. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2015.

Duhu Laia, Sefriadi Beji. “Doa Mengubah Segalanya Perspektif Jemaat ONKP Resort Sibolga.” Berkat: Jurnal Pendidikan Agama dan Katolik 2, no. 2 (2025).

Enoh, I Ketut, dan Finilon Finilon. “Tinjauan Teologis Tentang Arti Berkat Dalam Kehidupan Orang Percaya.” Jurnal Jaffray (2012).

GMIM. “Dashboard Statistik Jemaat.” Diakses dari https://dashboard.gmim.info/page-dasbor.

Karman, Yonky. “Doa Yabes: Diabaikan dan Dieksploitasi.” Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan 4, no. 2 (2003). https://doi.org/10.36421/veritas.v4j2.117.

Kristanto, Billy. “Calvin dan Potensi Pemikirannya bagi Ibadah Kristen.” Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan 19, no. 2 (2020). https://doi.org/10.36421/veritas.v19i2.353.

Maiaweng, Peniel. “Manfaat Kebenaran Perbuatan: Suatu Analisis terhadap Ajaran Filsafat Pragmatisme.” Jurnal Jaffray 11, no. 1 (2013).

Mudak, Sherly. “Makna Doa Bagi Orang Percaya.” Missio Ecclesiae 6, no. 1 (2017). https://doi.org/10.52157/me.v6i1.70.

Muttaqin, Zaenal. “Jalan Menuju yang Ilahi: Mistisisme dalam Agama-Agama.” Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin 3, no. 1 (2020). https://doi.org/10.15408/ushuluna.v3i1.15223.

Pantow, Natalia Christie Anastasya, Linda Patricia Ratag, dan Denny Adri Tarumingi. “Meningkatkan Intensitas Religiusitas Pemuda Gereja Melalui Pemaknaan Ibadah Menurut Yohanes Calvin.” Jurnal Teologi: MUNTEP 1, no. 1 (September 2025).

Panjaitan, Firman. “Teologi Mistik Paulus: Teologi Cinta, Berdasar II Korintus 12:1–10.” (2020). https://doi.org/10.31219/OSF.IO/YSD3C.

Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia. “Gereja Masehi Injili di Minahasa.” Diakses dari https://pgi.or.id/synod/details?id=7.

Purbala, Niko, et al. “Peran Doa dalam Kehidupan Orang Percaya: Suatu Refleksi Teologi Alkitabiah.” International Transformative Education and Humanities Journal 1, no. 2 (2025).

Rohmawati, Hanung Sito. “Mistisisme dalam Aliran Kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa (Studi terhadap Sapta Darma, Pangestu dan Sumarah).” Matsnawi: Journal of Tasawwuf and Psychotherapy Studies 1, no. 1 (2022). https://doi.org/10.24235/dmqee356.

Salim, Firdaus. “Kontribusi Doa Mistik Karl Rahner bagi Kalangan Reformed di Era Pascakebenaran.” Indonesian Journal of Theology 9, no. 2 (Desember 2021). https://doi.org/10.46567/ijt.v9i2.192.

Setblon Tembang, et al. “Relevansi Filsafat Pragmatisme William James dalam Membangun Sikap Moderat di Tengah Masyarakat Multireligius.” Jurnal Filsafat Indonesia 8, no. 3 (2025).

Wagania, Stevanoch Marcky, dan Maria Elisa Tulangouw. “Penerapan Teologi Kesalehan Yohanes Calvin dalam Konteks Jemaat GMIM: Suatu Kajian Teologi Praktis.” Jurnal Teologi RAI 2, no. 3 (Desember 2025).

Yosef, Hery Budi. “Kajian Doa Menurut Alkitab dan Relevansinya dalam Kehidupan Kekristenan.” Visio Dei: Jurnal Teologi Kristen 6, no. 1 (2024): 53–61. https://doi.org/10.35909/visiodei.v6i1.512.

Zebua, Sisga Desriman, et al. “Memahami Makna Doa yang Benar dan Implikasinya dalam Kehidupan Sehari-hari Matius 7:7.” Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2, no. 1 (2024). https://doi.org/10.55606/sinarkasih.v2i1.241.

Zed, Mestika. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2008

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Paningidang, S., & Gosal, R. C. (2026). Teologi Doa Yohanes Calvin sebagai Kritik terhadap Misistisme dan Pragmatisme Iman dalam GMIM. AMBASSADORS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 5(1), 1–13. https://doi.org/10.54369/ajtpk.v5i1.91

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 1 2 

You may also start an advanced similarity search for this article.