Penerimaan terhadap Penyandang Disabilitas: Kajian Alkitab terhadap Matius 25:31-46
DOI:
https://doi.org/10.54369/ajtpk.v3i2.58Keywords:
acceptance, a person with disabilities, Matthew, Penerimaan, penyandang disabilitas, MatiusAbstract
Abstract: People with disabilities is a term used to describe people who have different levels of physical and spiritual functioning or who experience disabilities. People with disabilities have different abilities as a result of the deficiencies or disabilities they suffer from. The condition of a person with a disability can be improved with assistive devices that make him able to carry out his activities as before. When Jesus comes a second time, He will judge people who do not care about people with disabilities. This research uses a qualitative literature approach, namely a literature review study by using the interpretation method, namely the reader’s critical interpretation (reader response). The research results show that people with disabilities really need attention and empathy from family, community, government and church in their respective capacities. Families need to provide sincere attention and affection to family members who experience disabilities. Society needs to accept people with disabilities in social groups regardless of physical appearance, ethnicity, nation, race, language and so on. The government can provide support through regulations that protect the rights of people with disabilities, as well as providing various services that can be accessed by them. Furthermore, the Church accepts people with disabilities as part of His creation.
Abstrak: Penyandang disabilitas adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan orang yang memiliki perbedaan level fungsi jasmani dan rohani, atau yang mengalami disabilitas. Penyandang disabilitas memiliki kemampuan yang berbeda sebagai dampak dari kekurangan atau kecacatan yang diidapnya. Kondisi seorang penyandang disabilitas bisa diperbaiki dengan alat bantu yang membuatnya menjadi mampu melakukan aktivitasnya seperti semula. Ketika Yesus datang untuk yang kedua kalinya, Ia akan menghakimi orang-orang yang tidak mempedulikan kaum penyandang disabilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan secara kualitatif literatur, yaitu studi kajian pustaka. Dengan menggunakan metode tafsir, yakni tafsir kritik pembaca (reader respons). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyandang disabilitas sangat membutuhkan perhatian dan empaty dari keluarga, masyarakat, pemerintah dan gereja dalam kapasitasnya masing-masing. Keluarga perlu memberikan perhatian dan kasih sayang yang tulus pada anggota keluarga yang mengalami disabilitas. Masyarakat perlu menerima penyandang disabilitas dalam kelompok sosial tanpa melihat fisik, suku, bangsa, ras, bahasa dan lain sebagainya. Pemerintah dapat memberikan dukungannya melalui regulasi yang melindungi hak-hak penyandang disabilitas, juga menyediakan berbagai layanan yang dapat diakses oleh mereka. Selanjutnya, Gereja menerima penyandang disabilitas sebagai bagian dari ciptaan-Nya
References
Andrew, Edward D.et al., Biblical Criticism: Beyond the Basics (Christian Publishing House, 2017)
Baltimore, M. D., “State of the World” dalam perspective (edisi keempat; ed. Ralph D. Winter & Steven C. Hawthorne; Pasadena: William Carey, 2009)
Hayes,John Haralson, “Dictionary of Biblical Interpretation” (1999)
Indahni, Amelia, Emmy Solina & Rahma Syafitri. Peran Orang Tua dalam Menangani Anak Penyandang Disabilitas di Kecamatan Sagulung, Kota Batam. Social Issues Quarterly. Vol.1, No.2, pp.385-400.
Muhni, Juretna Adi Imam Muhni, Manusia Menurut Ortega Y. Gasset. Jurnal Filsafat, Mei 1996.
Murwaningsih, Sri dan Ratna Sesotya Wedjajati. Penerimaan Masyarakat Kepada Penyandang Disabilitas (Studi Desa Inklusi Peduli dengan Kelompok Rentan di Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo). Sosio Progresif: Media Pemikiran Studi Pembangunan Sosial. Vol. 1, No. 1, 2021
Reynolds, Thomas E., Vulnerable Communion: A Theology of Disability and Hospitality (Michigan: Brazos Press, 2008).
Sholeh, Akhmad, "Islam dan Penyandang Disabilitas: Telaah Hak Aksesibilitas Penyandang Disabilitas dalam Sistem Pendidikan di Indonesia", Jurnal PALASTREN 8, no. 2 (2015): 303. Lihat juga Frieda Mangunsong, Psikologi dan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus, jilid 1dan II (Depok: LPSP3 UI, 2011).
Siburian, Carel Hot Asi dan Asigor Parongna Sitanggang, Wajah Allah Yang Tersembunyi Disingkapkan: Etika Eskatologis Matius 25:31-46 sebagai Locus Allah yang Tersembunyi dalam Menyatakan Diri-Nya. Jurnal Gema Teologika Vol. 9 No. 1, April 2024.
Soekanto, S. (2014). Sosiologi: Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Press.
Stephani, Jessica, “Pandangan Alkitab Tentang Kesetaraan Bagi Penyandang Disabilitas,” 2018
Widodo, B. (2020, Maret 06). Upaya Memenuhi Hak Penyandang Disabilitas. Retrieved from https://ham.go.id/2020/03/06/upaya-memenuhi-hak-penyandang-disabilitas/
Sembiring, Lena Anjarsari, Auw Tammy Yulianto, and Simon Simon. “Kontribusi Pengajar Pendidikan Agama Kristen Dalam Menumbuhkan Kepercayaan Diri Murid Distabilitas.” SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI 12, no. 2 (June 2023): 153–70. https://doi.org/10.46495/sdjt.v12i2.149.
Simon, Simon, Auw Tammy Yulianto, and Daniel Ronda. “Potret Solidaritas Yesus Bagi Kaum Miskin Dan Relevansinya Bagi Rohaniawan.” Manna Rafflesia 9, no. 2 (2023): 234–47. https://doi.org/https://doi.org/10.38091/man_raf.v9i2.289.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Joni Aihery

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


